ANALISA PENGARUH VARIASI DIAMETER PULI TERHADAP HASIL PRODUKSI PADA MESIN PENGURAI SABUT KELAPA

Edi Sarman Hasibuan, Supri Ramadhani

Abstract


Produk dengan bahan baku serat alam telah dikembangkan sebagai upaya pemanfaatan bahan alam yang memiliki nilai rendah menjadi bernilai tinggi. Serat alam yang sering dimanfaatkan oleh para pengrajin adalah serat sabut kelapa. Mesin Pengurai sabut kelapa adalah mesin yang berfungsi menguraikan serat buah kelapa dari lapisan spons atau serbuk. Alat dan bahan yang digunakan adalah mesin pengurai, jangka sorong, kunci ring, timbangan, stopwatch, obeng, puli, sabuk(v-belt), sabut kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk pengamatan percobaan penguraian sabut kelapa dengan menvariasikan beberapa puli poros mata pisau(puli yang digerakkan) adalah 152,4 mm, 203,2 mm dan 254 mm dengan puli poros penggerak adalah 60 mm yang bertujuan untuk mencari perbandingan putaran yang dihasilkan oleh mesin. Dari hasil pergantian ukuran diameter puli sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja mesin pengurai, baik dari waktu penguraian, putaran mesin, torsi yang dihasilkan maupun kapasitasnya. Puli yang paling cepat terhadap waktu penguraian adalah puli berdiameter 152,4 mm pada proses penguraian sabut kelapa dengan waktu 32,55 detik. Putaran poros pisau yang tercepat dihasilkan adalah puli berdiameter 152,4 mm yaitu 1733 Rpm. Puli yang menghasilkan torsi paling tinggi adalah puli berdiameter 254 mm sebesar 47,958 N.m. Sedangkan kapasitas yang paling besar dihasilkan adalah puli berdiameter 152,4 mm pada penguraian sabut kelapa yaitu sebesar 3 Kg/menit.

Keywords


Mesin Pengurai sabut kelapa, Puli, Waktu, Putaran mesin, Torsi dan Kapasitas

Full Text:

PDF

References


“ISSN : 1963-6590 ( Print ) ISSN : 2442-2630 ( Online ),” 2012.

) Peneliti, K. Bidang, T. Agroindustri, and B.-B. Teknologi, “PROSPEK INDUSTRI PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA Oleh : Subiyanto *),” pp. 1–9, 1997.

D. P. S. E and S. Darmanto, “Peningkatan kekuatan,” vol. I, no. 1, 2011.

S. Djiwo and E. Y. Setyawan, “Mesin teknologi tepat guna sabut kelapa di ukm sumber rejeki kabupaten kediri,” Senaspro, no. 2, pp. 576–582, 2016.

P. H. Kustaman, “Analisis respon penawaran ekspor serat sabut kelapa indonesia,” 2005.

Y. Y. Pratama, R. H. Setyanto, and I. Priadythama, “Pengaruh Perlakuan Alkali , Fraksi Volume Serat , dan Panjang Serat Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Sabut Kelapa - Polyester,” Ilm. Tek. Ind., vol. Vol. 13, no. Juni, p. hal. 8-15, 2014.

A. S. Mulyawan, A. Wibi Sana, and Z. Kaelani, “Identification of Physical and Thermal Properties of Cellulosic Fibers For Synthesis Of Composite,” Arena Tekst., vol. 30, no. 1, pp. 75–82, 2015.

B. Maryanti, A. Sonief, and S. Wahyudi, “Pengaruh Alkalisasi Komposit Serat Kelapa-Poliester Terhadap Kekuatan Tarik,” Rekayasa Mesin, vol. 2, no. 2, pp. 123–129, 2011.

P. Nasional, R. Teknologi, I. X. I. V Tahun, A. Pemanfaatan, I. Kecil, and K. Kunci, “Perancangan Alat Pengurai Sabut Kelapa Untuk Dunia Industri Skala IKM ( Industri Kecil Dan Menengah ),” vol. 2019, no. November, pp. 386–391, 2019.

T. Mesin, F. Teknik, U. Muhammadiyah, and S. Utara, “Analisa Tegangan Keluaran Alternator Mobil Sebagai Pembangkit Energi Listrik Alternatif,” vol. 1, no. 1, pp. 44–47, 2018.

Ir. Sularso, MSME dan Kyokatsu Suga, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin, P.T. Pradya Paramitha Jakarta, 1983.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.