Analisis Ruas Jalan Lintas Sumatera Kota Tebing Tinggi Dan Kisaran Sebagai Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas

Zulkifli Siregar, Irma Dewi

Abstract


Jalan raya di Indonesia masih tempat yang mematikan bagi pengguna jalan. Negara Indonesia menganggap hampir 92,0% terjadinya kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia, 5,0% faktor kendaraan,  3,0% faktor infrastruktur jalan dan lingkungan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Lintas Sumatera antara Kota Tebing Tinggi dan Kisaran  dan penentuan titik rawan (black spot) kecelakaan lalu lintas  merupakan bagian dari rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu terdiri dari bagaimana mengetahui faktor-faktor utama yang menyebabkan  terjadinya kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan lintas Sumatera Kota Tebing Tinggi dan Kisaran. Bagaimana mengidentifikasi titik rawan kecelakaan lalu lintas dan mengklasifikasikan panjang ruas jalan yang frekuensi kecelakaan lalu lintasnya cukup tinggi. Metode Uji-t diperoleh beberapa hasil sebagai berikut: faktor pengemudi sebesar 55,3%, faktor kendaraan sebesar 13,3%, faktor jalan sebesar 20,3%, faktor lingkungan sebesar 11%. Dalam hal ini tidak ditemukan perbedaan yang cukup signifikan terhadap jumlah angka kecelakaan dan faktor penyebab kecelakaan pada lokasi yang rawan dengan tipikal kecelakaan sejenis di ruas jalan tersebut. metode APW (Accident Point Weightage) dan Metode Frekuensi maka dalam rentang kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir diperoleh hasil berupa kawasan-kawasan yang menjadi titik rawan (black spot) pada ruas jalan lintas Sumatera antara Kota Tebing Tinggi - Kisaran, Selain itu metode APW juga menghasilkan daerah black site dengan rincian Tingkat keparahan kecelakaan lalu lintas terjadi pada tahun 2014 dengan nilai APW 152,2 ruas (km) 140-146 tepatnya berada pada ruas jalan Desa Sei Balai. Data ini dihasilkan melalui metode APW yang dapat menganalisis dan mengidentifikasi lokasi-lokasi rawan kecelakaan black spot dan black site. Hasil analisa daerah rawan kecelakaan terbesar yang terjadi pada kurun waktu tahun 2014 dengan jumlah kecelakaan sebanyak 34 kasus terjadi di Desa Sei Balai. Dengan metode Frekuensi didapatkan hasil perhitungan adanya lokasi rawan  kecelakaan di daerah tersebut dengan jumlah kecelakaan 10  per lokasi

Keywords


Ruas Jalan, Rawan Kecelakaan

Full Text:

PDF

References


A. K. Tangerang et al., “3 1,2,3,” Anal. Titik Rawan Kecelakan Lalu Lintas Ruas Jalan Provinsi, vol. 04, no. 1, pp. 76–86, 2019.

B. H. Susilo and L. W. Cahyadi, “Prioritas Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan (LRK) di Provinsi Sumatera Utara,” J. Tek. Sipil, vol. 14, no. 1, pp. 1–25, 2019, doi: 10.28932/jts.v14i1.1446.

S. Selatan, “1 , 2 .,” Manaj. Lalu Lintas Pada Kaw. Pasar Tanjung Kabupaten Jember, vol. 9, no. 03, pp. 345–351, 2004.

UU No. 22 Tahun 2009, “UU no.22 tahun 2009.pdf.” 2009.

L. R. Sakit, “Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Dan Pencarian Rumah Sakit Di Kota Yogyakarta,” J. Inform. Ahmad Dahlan, vol. 6, no. 2, p. 103109, 2013, doi: 10.26555/jifo.v6i2.a2781.

A. Wiraguna, A. M. H. Mahmudah, and Setiono, “Analisis Daerah dan Titik Rawan Kecelakaan pada Ruas Jalan Kolektor Sekunder di Kota Surakarta,” e-Jurnal Matriks Tek. Sipil, vol. 12, pp. 1207–1214, 2017.

S. Djaja, R. Widyastuti, K. Tobing, D. Lasut, and J. Irianto, “GAMBARAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI INDONESIA , TAHUN 2010-2014 Description of Traffic Accident in Indonesia , Year 2010-2014,” vol. 2007, pp. 30–42, 2016.

A. D. E. Gunawan, H. Azwansyah, and K. Erwan, “( BLACK SPOT ) PADA RUAS JALAN ADI SUCIPTO Berdasarkan data Kepolisian Polresta,” pp. 1–13, 2014.

T. Cara, “Tata cara perencanaan geometrik jalan antar kota,” no. 038, 1997.

D. Brodkey and H. Shore, “Identifikasi Daerah RAwan Kecelakaan Lalu lintas (Black Spot Area) Bebrbasis Sistem Informasi Geografis,” vol. 1, no. 2, pp. 153–162, 1975.

M. KITTIJAH, “ANALISIS TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS DITINJAU DARI PERSPEKTIF GEOMETRIK JALAN,” Univ. Stuttgart, p. 4127, 2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.