Edukasi dan Pendampingan bagi Petani Sawit Rakyat dalam Proses Pembibitan Kelapa Sawit dengan Alternatif Media Tanam Sekam Padi dan Tanah Top Soil
DOI:
https://doi.org/10.53695/jas.v3i2.658Keywords:
nurseries; oil palm; planting media; rice husks; top soilAbstract
Downloads
References
ITTO. (2006). Status of Tropical Forest Management 2005. A Special Edition of The Tropical Forest Update 2006/1. Yokohama, Japan.
Kusmarwiyah, R., & Erni, S. (2011). Pengaruh media tumbuh dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.). Crop Agro, 4(2), 7–12.
Marlin, et al. (2019). Pertumbuhan Benih Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Pada Media Tanam Kombinasi Antara Gambut, Tanah Lapisan Atas Dan Arang Sekam Padi Di Pembibitan Awal. Jurnal Littri, 25(1), 31–36.
Putri Al. (2008). Pengaruh media organik terhadap indeks mutu bibit cendana (Santalum album). Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 21(1), 1–8.
Putri, K. . d, & Djam’an, D. F. (2004). Peran Manajemen Persemaian dalam Upaya Penyiapan Bibit Berkualitas. Info Benih Vol. 9 (1)?: 13 - 26, 9(1), 13–26.
Singh, B. (2010). Pengaruh Media Tanam dan Pupuk Majemuk Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre Nursery. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sukaryorini P, A. (2007). Kajian pembentukan caudex Adenium obesum pada diversifikasi media tanam. Jurnal Pertanian Mapeta, 10(1), 31–41.
winarni. (2008). Pertumbuhan meranti merah (Shorea ovalis) pada media sapih campuran bokashi jerami-topsoil. Jurnal Hutan Tropis Borneo, 24, 174-179.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
